matahari dan bintang

July 2, 2008

Warteg PS

Dasar bocah kampung. Sampai tua juga tetap kampungan. Diajak kawan ke tempat makan mahal malah bingung mau makan apa. Yang dicari yang tidak ada.

Seperti ini salah satunya yang dicari dan diangan. Nasi bungkus Warteg PS.

PS stands for Pasar Sore.

Yang makan di Warteg PS beraneka ragam. Paling ngetop di kalangan sopir taksi. Kadang kala bila kami naik taksi dan melewati Warteg Biru ini, sang sopir dengan sedikit nada promosi dan menyalahkan [belum tahu dia kalau kami sudah tahu], sambil menunjuk berkata: Saya sering makan di situ, lhoh! Nasinya wenak tenan.

Hukum lebih enak makan di tempat dibuatnya harus saya kecualikan untuk Warteg PS. Soalnya rada gimanaaaa gitu, kalau makan di sana. Lha, yang nongkrong berpeluh-peluh makan di sana kebanyakan cowok dan bapak-bapak. Jadi lebih baik saya bungkus lalu bawa pulang, duduk nangkring bagai di warteg tapi di rumah sendiri. Asoy, bukan.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bintangmatahari.blogsome.com/2008/07/02/warteg-ps/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan