Kesasar Bahasa
Saya baru kembali dari kampung tercinta. Terdampar lagi di kampung lain berkat alat ajaib mirip paus dengan sayap panjang, terbuat dari logam.
Setelah menggeret tas-tas besar yang juga dengan ajaib menyembul dari lubang dinding di sela tirai plastik, saya pergi ke tempat tunggu taksi.
Mendadak saya limbung. Lhoh, ada di mana saya ini? Kenapa tidak ada yang berbahasa Indonesia? Bukankah baru beberapa jam lalu saya dengar hampir semua orang bicara dalam bahasa Indonesia, kalau bukan Jawa, Sunda, atau Batak?
Walah, rupanya telinga saya lebih lambat tanggapannya timbang tangan saya yang terampil mengarahkan troli di Terminal 3 Changi. Dan tentu saja kuping saya jauh jauh lebih lambat timbang mata saya yang jitu membaca semua tanda arah dan pengumuman di layar-layar yang tersebar merata.
Andaikan saya tidak mendengar obrolan orang-orang di sekitar saya, niscaya saya tidak akan merasa aneh. Merasa kesasar karena mendengar bahasa yang beda dengan yang baru saja sering didengar.
Tapi yang di atas itu tidak terlalu bahaya karena hanya dialami saya sendirian, tanpa korban dan pemirsa. Bayangkan baris-baris yang berikut.
‘20 dolar, Mbak.’ Wot, wot, duapuluh dolar? Aduh, ternyata sang mulut jauh lebih cepat memutuskan padahal sang otak belum tamat mengolah kalimat yang harusnya keluar demikian: ‘20 liter, Mbak.’ Terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar minyak di Jalan Pemuda. Sang Mbak pengisi bensin tersenyum penuh arti tapi paham-sepahamnya.
‘Nong, kha… nong, kha.‘ Lhoh, kok tidak ada Mbak yang datang padahal sudah dipanggil sekuat-kuatnya? Apa yang salah? Oh, oh, pantas saja, ini Indonesia! Bukan Bangkok! Pantas juga kalau adik kawan saya yang mengalami skandal nong kha tersebut kadang berpesan supaya: Ingat ini di Indonesia, JANGAN BIKIN MALU. 

jadi posisi skrg dimana nih mbak? saya agak lemot neh
halo mbak, apa kabar neh btw…
lamaaaaa bgt dah ga saling mengunjungi. trakhir udah tahun 2006
Comment by tyka82 — July 4, 2008 @ 10:18 am
ya itu juga yang bikin kadang kita sedikit lupa bahasa asal karena seringnya dengar bahasa lain kan? bukan berarti kita sombong bergaya pake bahasa inglish, cuman orang yang nggak paham mengira kita sok sok an ..sebel deh kadang kalau gitu, padahal memang kadang tak belum bisa setting langsung bahasa asal aja.
apakabar Hany.
Comment by Holly — July 5, 2008 @ 9:02 pm