Dapur Kota
Berhubung setelah ditarik dan diulur kami cuma berhasil ditemukan di kesempatan yang ini, maka dicarilah tempat yang tidak jauh dari kantor dan sudah pernah mereka kunjungi.
Lha, saya ini kan sudah lama tidak memantau perkembangan kota Jakarta. Jadi wajar saja kalau ditanya mau ketemu di mana ya bakalan buka buku daftar yang isinya sudah njadul.
Walaupun merasa agak terintimidasi dengan besarnya tempat ini, yang utama dicari tetap ketemu. Nongkrong ngobrol bersama kawan lama.
Salah seorang bercerita, kawan sekantor yang dulu makan bersamanya di UK terpaksa harus membayar Rp. 300.000,- karena menghilangkan kartu hijau di atas. Padahal waktu kawan lain sampai di rumah, kartu itu ada di sakunya. 
Terima kasih banyak untuk Cip, Aries, Dede, dan Andriaz yang sudah susah-susah menyempatkan bertemu.
Foto-foto lain di: http://suryatmaning.multiply.com/photos/album/65/Dapur_Kota

hehehe… gw numpak mongtor langsung dr depok (hr itu mbolos, dpt tlp dr tedi). sorri, mba… gw udah kbayang gmn tmpat itu (+toiletnya kurang “bersahabat”)
Comment by dede — June 30, 2008 @ 4:27 pm