Limapuluh Dolar
Anda tergesa hendak pergi ke sebuah tempat. Pagi-pagi bangun tidur langsung bersiap mandi, sarapan sekedarnya, dan menyiapkan barang-barang yang harus dibawa ke tempat kencan.
Malam sebelumnya anda sudah menyiapkan uang untuk membayar taksi yang akan anda panggil pagi itu. Sayang sekali, waktu ATM anda perintahkan untuk memuntahkan uang SGD 40 yang artinya akan berupa 4 lembar uang pecahan SGD 10, mesinnya menolak. Dia bilang dia cuma punya lembaran pecahan SGD 50. Apa boleh buat, anda tidak punya pilihan lain. Anda terima tawaran si mesin untuk menarik SGD 50 dari tabungan.
Anda telpon 65521111 untuk memanggil taksi Comfort ke rumah. Taksi datang dalam 5 menit dan siap mengantar ke tujuan. Perjalanan berlangsung dengan mulus. Anda tiba di tempat tujuan. Anda sodorkan SGD 50 anda.
Di lain waktu pada tempat yang berbeda. Pagi-pagi anda ingin pergi berbelanja ke swalayan Fair Price yang paling asik kalau dicapai dengan MRT karena cuma berjarak 1 stasiun saja. Akan sangat cepat bila anda pakai kereta listrik karena Fair Price-nya terletak tepat di samping pintu MRT.
Anda sekali lagi tidak punya pecahan SGD 10. Anda cuma punya selembar pecahan SGD 50. Mau tidak mau anda pergi ke Passenger Service karena kalau anda masukkan uang SGD 50 ke mesin untuk menambah nilai uang di dalam kartu EZ Link, artinya anda menambahkan SGD 50 karena mesin tidak mau memberi kembalian, sementara anda cuma ingin menambah SGD 10.
Anda sapa Bapak Petugas yang ada di balik kaca, lalu anda katakan bahwa anda ingin menambahkan SGD 10 ke kartu anda seraya menyodorkan lembaran SGD 50.
Apa yang terjadi?
Pada kejadian pertama di taksi dan kejadian kedua di stasiun MRT, ada akan mendapati reaksi yang sama: ‘AIYOOOOOOOOOOOOH, fifti dole ah!’ Tidak peduli rasnya, umumnya anda akan mendapati keengganan si penerima lembaran SGD 50.
Apa yang harus anda lakukan menghadapi pelaku ‘kekerasan’ dalam pembayaran ini?
Tenang. Anda harus tenang. Endapkan dalam pikiran anda bahwa hari masih pagi, masih sekitar jam 9. Tidak layak kalau anda harus naik darah gara-gara mereka yang mau tapi ogah menerima uang anda.
Anda juga perlu mengetahui bahwa untuk sebagian orang yang besar di Singapura, menampik SGD 50 di pagi hari dengan cara demikian yang mungkin lumayan kasar, bisa jadi salah satu cara melepas tekanan hidup mereka. Beda dengan banyak pedagang yang kita kenal yang sangat menghargai pelanggan pertama di pagi mereka membuka warung, para ‘pedagang’ jasa ini sepertinya tidak punya kebutuhan untuk sekedar menyenangkan pelanggan.
Anda mungkin dianggap membuat hidup mereka susah karena menyodorkan SGD 50 yang perlu diberi kembalian SGD 40.
Sekali lagi, tenangkan diri dan jangan terpancing. Anda cukup diam dan mematung. Stand your ground. Uang anda pasti diambil, saya berani pastikan. Kecuali kalau memang TIDAK ada kembaliannya. Anda tunggu beberapa menit, uang kembalian anda dihitung dalam waktu yang sangat panjang disertai gerundelan yang juga panjang. Anda ulurkan saja tangan kosong yang kanan.
Akhirnya, dengan sangat sangat enggan uang kembalian anda berpindah tangan. Secepatnya anda berhembus dari dalam taksi atau dari depan petugas MRT tadi. Jangan lupa ucapkan terima kasih dengan ceria.
Setelah sampai tujuan dan bila ada kawan baik anda yang bersedia menampung, tak ada salahnya kalau ada keluarkan uneg-uneg anda sesegera mungkin supaya tidak lama mengendap. Atau ya, anda tuliskan saja seperti ini.

hanya ada di singapura
Comment by eChie — April 29, 2008 @ 10:13 am
Itu masih mending Han. Suatu ketika saya dan adik (yg tinggal dan sudah WN Singapura sekarang) nyetop taxi dekat HDB dia di Serangoon Central Drive. Nah, adik saya bilang lewat mana gitu..maksudnya supaya lebih cepat, tapi direction yg dia sebutkan menurut supir taxi salah. Akhirnya pas kita naik mulai ngedumel-lah si supir ini. Bawa taxinya juga kaya orang kesetanan, ngebut…but…Saking kesalnya (mau turun tanggung krn bawaan banyak) akhirnya saya ngomel2 pakai bahasa campur aduk dengan di-embel2i dasar Cina goblok! Hehehe…bukan rasis..aku sendiri Cina kok, tapi ya gak edan kayak si supir itu. Diapun akhirnya ngerasa dan gak ngebut setengah perjalanan menuju bandara. Hidup disana memang stress, orang2nya hampir semua berwajah stress. Mulai dari HDB, di MRT, food court…kelihatan-nya yg ada di pikiran mereka bisnis/cari uang melulu tanpa memperhatikan estetika keramahan atau sekedar melempar senyum tanda terima kasih. Singapura kubenci tapi kurindu juga…
Comment by Elyani — May 1, 2008 @ 10:15 am
hahahahaha gw pernah mengalami hal yang sama saat di sing.. kenapa begitu yak? hehehe lagean bedanya kan ga terlalu jauh.. kecuali belanja 1 dollar, kasi uang 50 dollar hahahaha
kalo di thai, orang sana suka ngipas2in duit ke barang dagangan, apalage kalo pagi2..biar cepet laku seterusnya
Comment by Fun — May 3, 2008 @ 10:44 pm