Mengapa Saya Cinta
Sebelum sengaja dibongkar oleh 2 wanita cantik yang memergoki salah satu kelakuan yang sementara ini cuma saya kerjakan di rumah, saya akui saja bahwa saya cinta sama Opa Ona Sutra.
Belakangan baru saya sadari bahwa sejak kenal rekaman suara, biar orang tua kami tidak pernah menyediakan jenis musik dangdut di rumah, ternyata saya ‘dibesarkan’ bersama dangdut. Bagaimana tidak, depan belakang samping kanan kiri, saya dikurung oleh saudara-saudara asli Betawi yang dangdut hardcorers.
Mau nggak mau, sedikit demi sedikit, telinga saya terbiasa dengan dangdut. Bangun tidur, tetangga sebalah kanan sudah menyetel satu album Ona Sutra sampai setengah RT 08 RW 03 kelurahan Pulo Gebang bisa mendengar. Belum lagi bila ada yang menyelenggarakan hajatan. Sudah pasti, tidak salah lagi, CUMA dan HANYA dangdut yang boleh diperdengarkan.
Alah bisa karena biasa, witing tresno jalaran saka kulina, cinta karena disodori setiap hari.
Buat saya dangdut sudah jadi sebagian dari keseharian. Sesuatu yang sangat biasa. Walaupun yang nyangkut di hati saya ya baru terbatas pada Ona Sutra. Habis, kawan-kawan sekolah saya di Depok itu, yang konon doyan sekali musik cadas, eeeeeh… jebule cinta juga sama Ona Sutra! Beberapa interlude lagunya memang cadas abis!
Tidak heran, waktu saya sendirian mampir di Mega Mall Batam Centre dan melihat Ona Sutra nangkring di rak Hypermart, hampir tanpa kendali tangan saya langsung terulur mengambilnya. Akibatnya begitulah, 2 kawan saya itu terkejut waktu mendapati ada Ona Sutra di belakang, betul, Alter Bridge.

oh Hany……..mripatku jik kunang2 moco hurup2 sing gak ngumpul rek….turu meneeeeeh…..
Comment by jeng endang — April 5, 2008 @ 3:40 pm
Kan dangdut is the music of my country mBa` ??
Comment by JefRi — April 6, 2008 @ 3:12 am
Ona Sutra itu sodaranya Oma Irama? ga mudeng..
Comment by zeux — April 7, 2008 @ 1:27 am
walah… samaan idola sama Apop, dong Mbak… hiks, hiks… nostalgiiiiiiiiiiaa! masa berpacaaaaaaaaaran!
cadassss, maaaan…
Comment by a d e s — April 7, 2008 @ 9:33 pm
sama dong Han, kalo soal diebsarin sama musik dangdut mah kompak dah, malah misua suka ngledekin, tetangga mana lagi yang nyetel lagu Na? kalopas tiba2 aku bersenandung lagu dangdut…he he he
Comment by ina — April 8, 2008 @ 4:29 pm
Han, kita nonton dangdut tiap malam di TPI..asyik..
Tapi sejak pindah ke kontrakan yg baru, TPI nya menghilang….hilang juga deh dangdut mania dadakannya..
Comment by Bunda Nadine — April 14, 2008 @ 1:41 pm
thaks
Comment by casandra — April 25, 2008 @ 2:34 pm