Rekaman di RSI
Fika dari Radio Singapore International mengundang saya untuk ikut rekaman untuk acara Forum di Radio Singapore International. Berikut sedikit petikannya:
Fika: Ceritakan tentang milis anda.
Hany: IndoSing-Mums ini dulunya belum bernama seperti yang sekarang. Karmela Amanda berhubung merasa perlu bertukar info mengenai bagaimana dan di mana mendapatkan Indomie asli Indonesia yang tahun 2003 memang masih langka di Kandang Singa, membentuk sebuah milis bernama -ehem- Indomie-Lovers.
Anggota ISM yang makin bertambah juga menggeser peran milis ISM yang tadinya menjadi ajang kangen dan curhat yang kadang sangat dalam, menjadi sekedar sebuah perantara. Katalisator. Penghubung. Biasanya anggota baru yang bergabung di milis ISM, setelah memperkenalkan diri dan melihat-lihat isi arsip milis, akan segera mendapat banyak kawan baru. Utamanya yang dekat tempat tinggalnya.
Segera setelah mendapat ‘lingkungan baru’ yang cocok, artinya teman-teman baru yang mungkin sesama belum punya momongan, atau putra-putrinya seumur dan bersekolah di tempat yang sama, atau kebetulan berasal dari sekolah atau kampus yang sama, mereka akan membentuk kelompok yang lebih kecil yang pertemuannya di dunia nyata lebih kerap.
Fika: Bagaimana mengatasi pembicaraan di milis yang bersifat sensitif dan menyinggung SARA?
Hany: Milis ISM sewaktu anggotanya perlahan tapi pasti membengkak, mengubah setting-nya menjadi moderated. Surat yang masuk dari anggota akan disaring dulu oleh para moderator.
Setting ini dipilih untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kesalahan pengiriman surat yg sama yang berkali-kali, yang beberapa kali terjadi, dan surat-surat yang isinya hanya beberapa kata saja.
[Tentu saja, dengan cara moderasi, sekaligus juga mengurangi resiko adanya surat yang menyinggung SARA serta hal peka lainnya.]
Fika: Ceritakan pengalaman anda bekerja di Singapura.
Hany: Saya pernah bekerja di Singapura. Berhubung waktu itu saya pemegang ijin tinggal yang disebut Dependant Pass maka saya mencari pemberi kerja yang mau memperkerjakan saya dengan Letter of Consent. Rupanya bukan hanya saya yang memakai cara tersebut. Di kemudian hari saya mendapati beberapa kawan saya yang juga bekerja dengan LoC.
Fika: Apakah setelah lama tinggal di Singapura, masih tertarik untuk kembali ke Indonesia?
Hany: Tentu saja masih. Pada dasarnya di mana saja sama, asal kita suka sama pekerjaan kita. Dulu saya tidak pernah membayangkan akan tinggal di luar Indonesia. Dosen saya yang lama tinggal di US dan lalu kembali ke Depok, pernah mendorong-dorong saya untuk segera ke luar Indonesia. ‘Lo liat gih, luar negeri itu gimana. Nanti pasti deh, lo bakal lebih menghargai apa yang lo punya [di Indonesia].’
Kata-kata itulah yang saya teruskan pada teman-teman. Saya pacu mereka untuk bekerja di luar negeri. Makin bertambah yang bekerja di luar negeri, makin bagus. Bukankah tingkat kelahiran di Indonesia masih tinggi? Tidak perlu kuatir kekurangan sumber daya manusia yang ‘pintar’. Insya Allah Indonesia selalu menghasilkan orang-orang pintar.
[Saya kok masih yakin bahwa pendidikan di Indonesia tidak kalah mutunya. Buktinya teman-teman yang sesama perantau di Singapura ini ya, hasil pendidikan Indonesia, kan?]
Dan seterusnya, dan selanjutnya. Sebetulnya masih panjang. Tapi saya sudah… lupa apa saja yang dibicarakan di sana. 

tul.. banyak2lah liat negeri orang..ada banyak negara yang lebih dari negara kita, tapi juga masi banyak negara yang kurang dari negara kita.. so mari kita berpindah tempat hehehe
Comment by Fun — February 4, 2008 @ 8:51 am
Hmmm, jadi nggak cuma seleb kabel Han, seleb radio juga sekarang
Comment by Ibeth — February 4, 2008 @ 10:24 am
Wah, kapan tuh siarannya
Comment by eChie — February 4, 2008 @ 6:38 pm
wow…senangnya yg siaran.mana gambar yg di wawancaranya?iya loh ism berjasa banged menambah teman,dan tentunya teh mela,yg mengajak ku bergabung di ism.mba hany tau itu…
Comment by ami — February 4, 2008 @ 8:47 pm
ehm…ehm…….seleb Singapore…….hihihihi
Comment by jeng endang — February 5, 2008 @ 7:58 am
bersyukur lah kerja di luar Indonesia. Jadi merasakan bahwa INDOMIE (MEMANG) SELERA KU
Comment by meli — February 5, 2008 @ 3:22 pm
tanda tangan donk……….:-D
Comment by kiky — February 5, 2008 @ 8:16 pm
minta aja ama rsi jeng, terus ditrancribe deh…so, laporan rekamannya jadi lengkap deh…hehehe
Comment by hani — February 6, 2008 @ 9:17 am
biarpun hanya 1-2 hari nginep di singapore, atau hanya day trip. tapi rasa-rasanya indonesia tercinta ini selamanya akan jadi tanah air tercinta walaupun engga serapih/seteratur singapore.
Comment by meitymutiara — February 6, 2008 @ 12:16 pm
Han, pertanyaan terakhir yg mengelitik…
Masih tertarik tinggal di Indonesia ?
YUP, itu cita citaku, pengen balik ke kampuang halaman, ke akarku, tumpah darahku.
Comment by Bunda Nadine — February 12, 2008 @ 11:55 am