Tahun Baru
Taun baru ngapain aja, Han?
Pertanyaan yang terlontar dari beberapa kawan saya. Sejujurnya, hari terakhir dari tahun 2007 ini tidak istimewa buat saya. Kecuali mengingat bahwa saya tambah tua, dan hutang malah belum banyak berkurang. Tanyakan pada sesama pencicil rumah di Singapura, dan anda akan mendapat jawaban yang kurang lebih berada pada daerah yang sama.
Sore tadi saya diundang ke acara temu muka tukang ngeblog Indonesia di Singapura. Bintang tamunya adalah pak Budi Rahardjo. Kumpul-kumpul dengan tukang ngeblog seperti itu membuat saya menilai kembali buat apa sih saya nge-blog. Belakangan ini tulisan saya berkurang sekali.
Kadang saya takjub sendiri melihat tulisan-tulisan lama saya. Kok bisa ya, saya menulis seperti itu. Seperti bukan saya saja yang menulisnya. Betul-betul itu tulisan saya? Soalnya, bila saya melihat keadaan saya yang sekarang, rasanya kok jauh panggang dari api. Ya tidak bisa membikin sate toh, kalau jauh dari arang yang membara. Tidak bisa menghasilkan tulisan yang mutu jempol, begitu.
Saya malah harus memaksa diri saya sendiri pada 2 tulisan sebelumnya. Menulis bersama Ambar Briastuti untuk memperingati hari potongan besar-besaran belanja sedunia, dan menulis bersama Meity untuk mengingat para ibu di seluruh dunia.
Jadi buat apa saya nge-blog? Wah, pertanyaan yang kurang penting itu. Karena buat saya yang penting itu menulisnya, bukan nge-blog-nya. Menulis bisa di mana saja, bukan cuma di blog. Maka pertanyaan yang mestinya keluar adalah, jadi kenapa belakangan malas menulis? Mari kita lihat bagaimana saya berkilah.
Saya akui bahwa akhir tahun adalah masa sibuk. Banyaknya kunjungan dari sahabat dan kerabat membuat waktu edar saya di depan layar komputer jauh berkurang. Demikian juga alasan libur sekolah, membuat saya lebih suka berjemur atau berhujanan di taman timbang berdiam di rumah. Demikian alasan saya. Beberapa hari lalu alasan saya bertambah. Layar komputer yang biasa saya pakai begitu saja kaputt. Pejah. Tewas. Tiga tahun lima bulan sejak saya memakainya pertama kali.
Tidak saya pungkiri juga bahwa walaupun saya lebih mementingkan kegiatan menulisnya timbang nge-blog-nya, saya mendapat banyak kejutan dari nge-blog. Bisa bertemu dan akhirnya malah bersobatan dengan beberapa di antaranya adalah bonus besar. Ambar Briastuti, Wati Yusuf, Primaningrum Arinarresmi, Ibeth, Endang Purwani, Siti Meiyana Arafah, Yuliana Christina, Meity Mutiara, dan tentu saja almarhumah Inong adalah beberapa saja yang bersinggungan gara-gara kegiatan nge-blog saya.
Betapa senangnya saya bisa mengatakan bahwa berkat nge-blog kita bisa berhubungan kembali dengan kawan lama, bahkan membuat gerakan-gerakan yang menguntungkan banyak pihak. Belum lagi saya juga berhutang budi karena banyaknya kawan yang tetap membaca tulisan ora mutu saya biar saya nyaris tidak pernah menyapa mereka. Mohon maaf dan beribu terima kasih untuk itu.
Jadi, biarlah saya bilang pergantian tahun tidak istimewa. Lha wong yang istimewa itu adalah manusia-manusianya, yang mengisi tahun-tahun hidup saya. Setiap hari jadi istimewa karena mereka. Semoga kawan-kawan pembaca sehat sekeluarga serta ditambahkan rejekinya di masa mendatang. Jangan lupa tetap NGE-BLOG!

makasih satenya mbak, enak
Comment by Andri Setiawan — January 1, 2008 @ 1:27 am
pergantian tahun aku lalui didepan layar monitor, engga kemana2. terlalu ramai orang diluar sana, dan udara sukabumi yang lumayan bikin aku mengigil … brrr … selain itu, engga enak rasanya ketika seorang teman tertimpa musibah ko’ kita seneng2 ya …
selamat tahun baru 2008, semoga 2008 membawa lebih banyak hal positif dibanding 2007, untuk membuat kita lebih baik dari sebelumnya.
Comment by meitymutiara — January 1, 2008 @ 1:56 am
Met Taon Baru, Mbak
salam buat keluarga..
Comment by yolli — January 1, 2008 @ 2:39 am
Frohes Neues Jahr…mbake…
Comment by Op — January 1, 2008 @ 5:10 am
Bonne annee et bonne sante Hany!
Saya juga banyak sekali hutang nih (hutang budi terutama) sama penjenengan yang sudah memperkenalkan Pasar Geylang (penting tuh!) dan juga kawan2 baru yg baik2 disini
Comment by Wati — January 1, 2008 @ 12:06 pm
Thanks mbak atas contekan bikin satenya. Mbakarnya lebih enak pake arang kayaknya. Kalau pake pembakar pelat besi biasa (heated slab) kurang mantap kali… atau sama aja? Atau pake oven?
Comment by ari3f — January 1, 2008 @ 3:22 pm
met tahun baru Jeng, semoga tahun ini semakin baik, semakin banyak kopdar semakin banyak foto
, dan semoga aku ketemu kamu
Comment by coni — January 1, 2008 @ 3:41 pm
Met Tahun Baru, Hany……ayo, ayo, kita mulai kerja lagi……*phiuh*
Comment by jeng endang — January 2, 2008 @ 8:50 am
met tahun baru…… sehat terus ya!! buat aku sendiri sebenarnya malam tahun baru ya sama saja dengan malam-malam yang lain, yg juga berganti tanggal. dan lewat blog aku jadi punya banyak sahabat dan sanak kerabat!! miss u jeng….. kapan ya bisa ketemu lagi…?!
Comment by triplet's mom — January 2, 2008 @ 10:13 am
Han, tahun 2008 wish gw adalah..pengen bisa nulis..apa aja…jadi pengen punya blog juga ah….nanti gw mau berguru ama loe, gimana bisa menulis buat ngeluarin apa aja yg ada di kelapa ini..eh..kepala in…btw YM Id loe apa ?
Comment by Bunda Nadine — January 2, 2008 @ 11:21 am
Han…thanks a lot ya…karena blog kita bisa bertemu lagi…
Comment by meiyana — March 9, 2008 @ 2:53 am
emang tahun baru tgl 1 januari tuch apaan sih?
bingung deh!!!
Comment by nadya — December 23, 2008 @ 12:07 pm