Suatu Siang Dengan Helvy Tiana Rosa
Bagaimana mengembangkan bakat anak untuk menulis? Demikian salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada Helvy siang tadi.
Hari ini Kamis, 29 November 2007, Forum Lingkar Pena Singapura kedatangan tamu istimewa. Penulis kondang dari Jakarta, Helvy Tiana Rosa. Lebih istimewa lagi karena tempat pertemuan acara bincang-bincang bebas ini adalah di mesjid KBRI.
Bapak Lanang, pejabat bagian Protokol dan Konsuler KBRI ikut membuka acara dan berbincang sejenak. Saya sebut tempat pertemuan ini istimewa karena para Mbak PLRT yang ada di penampungan PLRT KBRI bisa ikut terlibat aktif.
Tanpa banyak penundaan dan basa-basi HTR langsung mengajak dan mendorong seluruh peserta acara untuk aktif menulis. Menulis buat HTR malah bisa jadi salah satu obat jiwa yang sakit. Beliau bertutur banyak tentang cerita haru orang-orang yang tadinya sama sekali merasa tidak punya harapan akhirnya tercerahkan lewat menulis.
Untuk para Mbak PLRT, HTR memberikan cara jitu tetap menulis walau tugas menumpuk. Di wese ketika melakukan panggilan alam, di tempat tidur ketika menjelang tidur, di kala majikan tidak ada di rumah dan tugas sudah beres, di mana saja kapan saja. Yang penting 1 paragraf sehari adalah cukup. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, bukan?
Apa yang bisa ditulis? Bahkan dari memandang sebuah kotak Teh Botol Sosro, bisa menjelma menjadi trilyunan kata. Demikian masih menurut HTR. Jadi ilham itu memang tiada habisnya, tinggal bagaimana kita bisa menerjemahkannya ke dalam kata.
Bagaimana bila kita tidak yakin bila apa yang kita tulis cukup bagus dan layak? Tidak ada cara jitu pengatasan masalah ini. Saya bersetuju dengan HTR: setiap orang punya gaya menulis masing-masing. Menulis terus, itu kuncinya. Sangat setuju. Saya kira, kita harus selalu menulis [dan tentu saja membaca dulu sebelum bisa menulis] terus dan terus untuk dapat mengetahui gaya yang menurut kita nyaman.
Akan halnya jawaban pertanyaan teratas tadi, HTR memberikan contoh putranya sendiri, Faiz. Faiz di usia 8 tahun sudah menghasilkan sebuah buku. Kok bisa? Karena HTR sangat ekspresif dalam berbincang dengan Faiz. Bisa ditebak, akhirnya Faiz juga lihai menuangkan pemikirannya dalam lautan kata.
Pertemuan yang asik sekali. Terima kasih untuk kawan-kawan FLP Singapura, KBRI, dan tentunya Helvy Tiana Rosa yang sudah sudi mampir bertemu kami.

“Menulis…jadi salah satu obat jiwa yang sakit.”
setuju sekali mbak hany.
lebih plong rasanya klo ud nulis di blog.
Comment by DwD — November 30, 2007 @ 3:30 am
HTR dan Faiz: dua orang ibu-anak yang menginspirasi saya.
Comment by mila — November 30, 2007 @ 5:25 pm
Nha.. kan Han, makanya tetaplah nulis blog jangan mangkalnya di MP ajah
Comment by Wati — November 30, 2007 @ 7:09 pm
setuju ama wati, jgn ngetem di MP ajah
*****kayak gue kagak ajah heheheheh. MP emang candu!
Comment by coni — December 2, 2007 @ 7:43 pm
Han, gimana caranya menghilang penyakit malas menulis…pengen sich bisa menulis, meluahkan segala seasutu yg ada di kepala ini, tapi mentok2nya malas….gimana tuch Han..
Comment by Bunda Nadine — December 3, 2007 @ 2:16 pm
waaa..tamunya istimewa sekali mbak.
saya ga pernah bosen deh klo baca MP nya mba HTR…. lama2 saya juga candu MP..hehehe
Comment by rita — December 3, 2007 @ 9:34 pm
Hany benar sekali, menulis itu menyenangkan, tapi alangkah hebatnya orang-orang yang menulis dengan baik, karena berarti mereka berpengetahuan (rajin baca gitu maksudnya).
Comment by meli — December 4, 2007 @ 1:24 pm
menulis itu gampang, tapi mengawalinya susah!
Comment by ambar — December 4, 2007 @ 5:03 pm
wah, ketemu mbah helvy ya mbak?
pasti seru ya?
inget tentang tulis menulis, jadi kangen bunda inong. dulu alm kan paling rajin nulis di blogna.
Comment by neng ika — December 6, 2007 @ 1:33 pm
Hi Hanny
Trims ya atas perhatianmu untuk acara di KBRI bulan lalu.
Btw…pas udah mau pulang di bandara baru diingetin sama Feby kalau kita sama2 dulu di UI. Hiks…kenalan lamaaaa….sama-sama temennya Ifaaaaa…
Jadi langsung kangen deh sama Hanny. Kemarin nggak ngeh sama sekali say…
Ok take care…dan tetap semangat ya.
Luv
Comment by Helvy Tiana Rosa — December 26, 2007 @ 11:37 am