matahari dan bintang

June 8, 2007

Kayu, Statika, Jalan-jalan

Kawan saya sangat tidak yakin waktu saya katakan bahwa ada jurusan sipil di Sekolah Teknik Menengah.

‘Masak sih, ada jurusan sipil di STM? Saya taunya mesin, listrik, bangunan.’

O ya, ya. Saya lupa bahwa sipil adalah kata yang asing untuk banyak orang. Jauh lebih mudah bila dikatakan bahwa jurusan sipil adalah sekolahnya kuli bangunan. Arsitek jauh lebih terkenal dan canggih ketimbang sipil. Waktu saya masih kecil dulu, orang-orang akan berkata:

‘Oh, suka bikin rumah, ya! Arsitek, ya!’,

untuk menanggapi seseorang yang pekerjaannya membangun rumah yang padahal adalah lulusan jurusan sipil.

Sementara untuk orang-orang yang pekerjaannya membangun jembatan, jalan, gedung tinggi, bendungan, pelabuhan, lapangan terbang, dan bangunan besar lain, namanya cuma satu: insinyur.

Tentu saja sekarang keadaannya jauh berbeda dari 30 tahun lalu. Jenis pekerjaan sudah demikian banyaknya dan orang awam juga mulai mengenal bermacam pekerjaan lewat televisi dan media informasi lain. Kawan saya dalam alinea pertama di atas mewakili sebagian yang masih belum akrab dengan kata sipil.

Mungkin memang tulisan mengenai jurusan sipil masih kurang, walaupun sekolahnya sendiri termasuk sekolah yang paling tua di bidang teknik. Belum lagi kalau mencari tulisan yang ilmunya dibahas secara mendalam tapi dikemas dalam bungkus yang menarik. Itu jauh lebih sulit lagi.

Padahal bila melihat bangunan besar seperti di bawah ini saya cuma bisa kagum dan kagum. Membayangkan mengatur ratusan pekerja untuk menaikkan kayu-kayu rangka atap ke atas tiang. Saya jadi lebih mengerti kenapa pelajar sipil sangat perlu sesekali ekskursi untuk melihat benda asli yang mereka pelajari.

Membayangkan saja pasti tidak cukup. Pantas dulu bapak guru yang mengajar kayu seringnya cuma memberi nilai A, B, dan E.

IMG_9211 10062007280

C dan D nyaris tidak bisa ditolerir untuk perencanaan bangunan rangka atap kayu seperti di atas. Betapa rumit sambungan di tiap titiknya. 9 batang kayu diikat bersama di satu titik! Kesalahan kecil saja tidak terbayangkan akibatnya. Untuk mendapatkan rangka kayu yang tahan lama dan sedikit biaya pemeliharaannya, harus dipilih kayu yang kuat, sambungan yang bagus, serta baut-baut, mur, dan plat yang sempurna.

diagram Cremona
Gambar dari Wiki.

Perhitungan untuk memperoleh ukuran panjang dan besar penampang rangka kayunya adalah cerita tersendiri yang panjang. Mengingatkan saya pada pelajaran statika oleh pak Sidarta Kamarwan dan Tommy Ilyas. Malam-malam melelahkan dengan tugas hitungan panjang yang harus sempurna. Tidak bisa nyontek karena soal tiap orang tidak ada yang sama.

11 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bintangmatahari.blogsome.com/2007/06/08/kayu-statika-jalan-jalan/trackback/

  1. oh mbakyu sipil ya, bukan militer? *garing*

    Comment by yanti — June 12, 2007 @ 4:20 pm

  2. “civil engineer” kalau di SG atau negara2 eropa atau amerika sptnya lebih cenderung utk menyebut segala hal yang berbau ke “infrastructure” spt “cut and fill”, “road premix”, “piling”, sedangkan kalau mau yang berbau “superstructure” spt “space frame”, “wied flange beam”, dan “base isolation” itu disini biasanya disebut “structural engineer”.

    Di Indonesia emangnya semua masuk dalam sipil secara umum kah?

    Mbah nya itu semua memang seharusnya civil engineering menurut: http://en.wikipedia.org/wiki/Civil_engineering

    * 1.1 General engineering
    * 1.2 Structural engineering
    * 1.3 Fire protection engineering
    * 1.4 Geotechnical engineering
    * 1.5 Transportation engineering
    * 1.6 Environmental engineering
    * 1.7 Hydraulic engineering
    * 1.8 Water resources engineering
    * 1.9 Construction engineering
    * 1.10 Materials science
    * 1.11 Surveying

    Comment by Masindi — June 12, 2007 @ 7:17 pm

  3. jum, jadi debit-creditnya balance,gak? puyeng aku,ora mudeng :)

    Comment by ellen — June 12, 2007 @ 8:29 pm

  4. renovasiku pake insinyur sipil lho jd mandornya sekaligus nukang jg dia…hahahha, adik sendiri…

    Comment by jeng Endang — June 13, 2007 @ 8:38 am

  5. mak….diagram cremona…::((

    Comment by kiky — June 13, 2007 @ 9:14 am

  6. untung ga masuk sipil………

    Comment by nYam — June 15, 2007 @ 1:41 pm

  7. struktur? tobaaa…tt!

    Comment by dede — July 15, 2007 @ 2:53 am

  8. Pasti Pusing ngitungnya

    Comment by indrafitra — August 29, 2007 @ 12:56 pm

  9. segitu jax tu…
    itu sic tugas baja 1

    Comment by kucing garong — March 2, 2008 @ 1:58 pm

  10. aku sendiri dari STM/SMK jurusan teknik sipil,ternyata menyenangkan sekolah dijurusan teknik sipil…..

    Comment by yudha — September 9, 2008 @ 6:30 pm

  11. Arsitektur adalah salah satu cabang ilmu dari teknik sipil, dimana seorang arsitek berfungsi sabagai seorang desainer bentuk, estetika, dan seniman… sementara seperti kita ketahui bahwa suatu karya memang harus mengandung unsur2 tersebut… Jadi menurut hemat saya Arsitektur dan teknik sipil adalah suatu kesatuan yang tdk bisa dipisahkan, karena “link” yang membutuhkan satu sama lain… dan perlu diketahui bahwa belajar teknik sipil itu menyenangkan… :) ) Thanks

    Comment by agus — December 18, 2008 @ 7:44 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan