matahari dan bintang

November 24, 2006

Perempuan Romantis, Laki-laki Praktis?

ISBN 0-345-35932-1

Terbalik! Iya, demikian yang ada di cerita tentang perempuan dan laki-laki di halaman 319 dan 320. Perempuan adalah makhluk praktis, sementara laki-laki adalah pihak yang romantis. Lho, jadi kenapa laki-laki suka membawakan bunga untuk perempuan? Bukannya itu menunjukkan bahwa perempuan adalah penyuka romantisme?

Bukan. Bukan begitu penjelasannya. Perempuan senang diperhatikan dan dihormati dan dikagumi. Bunga adalah cuma bentuk nyata umum yang paling gampang dicari dari perhatian, penghormatan, dan kekaguman laki-laki pada seorang perempuan.

Begitulah, jaman mendekati kiamat ini semua perlu dilakukan dengan serba cepat. Apalagi kalau bukan bunga yang bisa dengan cepat mewakili maksud terselubung laki-laki? Kekaguman harus dinyatakan, kan? Kalau anda pengikut aliran kebatinan yang apa-apa cuma dibatin saja, yaaah… siapa yang akan tau maksud baik anda.

Cowok-cowok yang teman dekat saya beberapa menjadi anggota kumpulan pengikut aliran kebatinan semacam ini. Suatu ketika di antara jam-jam belajar, kami akan duduk di koridor antara kelas kami dan kelas para prospek yang rata-rata isinya perempuan. Teman-teman saya dengan semangat menyala akan melihat, menunjuk, melamunkan salah seorang dari mereka. Masing-masing teman saya punya prospeknya sendiri.

Setelah mengumpulkan keterangan dan memandang dari kejauhan selama beberapa lama, saya pun dilibatkan dalam pembicaraan mengenai para prospek. Ini terpaksa terjadi karena lambat laun saya merasa sedikit terganggu. Teman-teman itu mulai aneh, tidak memperhatikan saya kalau diajak bicara. Menolak diajak pulang bareng. Menolak ditebengi mobilnya. Menolak saya yang ingin barengan makan siang. Pokoknya banyak anehnya. Padahal beberapa dari mereka adalah kawan lama yang sudah bertahun-tahun kenal dan dekat.

Saat itulah saya sadar bahwa saya adalah perusak pasaran mereka. :D

Singkatnya, saya pun mulai terlibat dalam urusan pedekate ini. Aduh, sebetulnya tidak bisa juga disebut pedekate. Soalnya mereka ini, teman-teman baik saya ini, nge-limit prospeknya saja tidak, kok! Bagaimana mau nempel sama prospek? Kerjaannya tiap hari cuma memandangi dari kejauhan dan membahas saja.

Betul, kan! Laki-laki yang romantis. Bukannya melakukan hal-hal praktis yang bisa mempercepat pencapaian tujuan, malahan betah berlama-lama berbulan-bulan menikmati buaian perasaan deg-deg plas. Saya jadi bosan menunggu mereka berbuat sesuatu. Bosan.

Sampai sekolah kami selesai, tidak satu pun teman saya yang nempel apalagi menikah sama prospek mereka. Selanjutnya saya tidak mengikuti perkembangan kehidupan cinta mereka, walaupun setelah menikah saya kenal dengan pasangan masing-masing. Tentu saja saya jadinya juga tidak tau apakah aksioma laki-laki adalah yang romantis dan perempuanlah pemilik sisi praktis tetap berlaku pada waktu mereka akhirnya bertemu pasangan hidupnya.

Yah, namanya saja aksioma yang dibikin manusia. Bisa berlaku bisa tidak, kan? :D

18 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bintangmatahari.blogsome.com/2006/11/24/perempuan-romantis-laki-laki-praktis/trackback/

  1. lantas bgmn ketemuan dg mas iwan?

    Comment by Rani — November 24, 2006 @ 3:48 am

  2. kalo secara anak sekarang bilang: cape deeeeehhhh! saya dulu pernah belajar komunikasi antar pribadi tapi kalo disuruh romantis sama ibunya nanda malah rasanya jengah. yang praktis2 aja lah :d *romantis itu kan rokok, makan, gratis mbak :) *

    Comment by danu — November 24, 2006 @ 4:10 am

  3. oh hiya banget..sel-sel romantis abang itu sejuta kali lebih banyak dari gue..
    sayang aja beliau ini lebih suka memendam rasa tersebut sampai waktu yang kadang tak terduga :D

    Comment by Mel — November 24, 2006 @ 5:17 am

  4. hehehe, kita ternyata pernah mengalami hal yg sama han.. :D

    Comment by mpokb — November 24, 2006 @ 8:15 am

  5. jadi romantis tuh subyektif aja kali ya? weh jadi kepikiran romantis arti sebenarnya apa heheh? bagi ce, romantis kalo diperhatiin dan disanjung pria idamannya, bagi laki romantis tuh ..cuman jalan buat dapetin apa dia maunya,apa aja yg dia pikir ce bakal suka gitu kah ..Han, buku nya apa seh?

    Comment by rini — November 24, 2006 @ 11:34 am

  6. jadi Bapake Ha-Ha romantis ndak niiiy… :) duuuh yang mau terbang ke negri romantis, postingannya nyenggol2 romantis. kalo si akang katanya kapok kasih saya bunga, gara2 waktu wisuda bunga dari doi disia-sia :)

    Comment by ellen — November 24, 2006 @ 3:15 pm

  7. Hehe, bener banget, di tetangga sebelah koridor juga banyak makhluk2 serupa, yg memandang sayah perusak pasaran.

    Comment by eChie — November 24, 2006 @ 3:41 pm

  8. hhmmm… aku paling sebel sama yg model2 kebatinan gitu Han, kalo Tata mah to the point aja, that’s why … ;)

    Comment by Wati — November 24, 2006 @ 8:57 pm

  9. wah…kalo gw diksh bunga mah bakalan kabur duluan Han,bukannya menikmati diromantisin. Lbh suka yg to the point aja, atau dari gelagat ajah…hahahha,model kebatinan nih…btw, emang Iwan model yg suka ngasih bunga?whehehehe

    Comment by Endang — November 24, 2006 @ 11:07 pm

  10. Laki-laki romantis? hmm…iya juga kayaknya. Rada nyambung dengan aksioma laki-laki emosional dan perempuan rasional. Liat aja kl anak BAB saat ortunya makan, laki-laki cuma bilang: buuu…tuh anaknya “pup”. Bisa jadi selera makannya rusak, ato minimal menggerutu kesal. Tapi perempuan bisa ngebersihin anaknya bahkan nerusin makan lagi, hehehe. (Yah, emang subyektif sih…spt kt M Hani, namanya aksioma manusia)

    Comment by ika — November 25, 2006 @ 12:24 am

  11. Wadoohhh kalo saya romantis suami saya sangat tidak sekaleeee……..hikssssssssss….

    Comment by Op — November 25, 2006 @ 5:49 am

  12. kalau saya biyarin kuliyah di jurusan yang banyak laki2 dan suka nongkrong bareng mereka di depan himpunan, gak dituduh perusak pasaran..malah kadang2 ada mahasiswi yang naksir sayah…*mata menerawang mengenang masa kejayaan*

    maklum di mana lagi nyari cowok, besar tinggi berdada bidang yang kemeja flanelnya wangi :D

    Comment by Mel — November 25, 2006 @ 9:17 am

  13. aksiomanya harusnya: laki2 itu romantis, mbak Hany itu praktis :D

    Comment by yanti — November 28, 2006 @ 6:45 am

  14. sayah ndak pede ngomentari soal romantisan2 gini nyah..:D

    Comment by opis gel — November 29, 2006 @ 12:29 pm

  15. yah, kalo saya sih pengen banget dikasih bunga, diberi puisi romantis, pokoknya yang serba romantis gitu deh. tapiiii… mas itu gak pernah romantis2an. hiks2…

    Comment by pratiwi — February 6, 2007 @ 6:16 am

  16. Romantis…itu adalah suatu bentuk ungkapan ketidakpercyaan diri seseorang terhadap hatinya sendiri….pahitnya ketemu cowok yang romantis jauh lebih parah ketimbang sama cowok yang apa adanya…

    Comment by megasari — March 2, 2007 @ 9:03 am

  17. klo…suka bgt ma cewek yang romantis…hidup ini bagai milik berdua,,seolah-olaah kita berdua aja yang menghuni dunia ini tampa orang lain

    Comment by ojie — March 17, 2007 @ 11:41 am

  18. gila…tapi bingung jg kl ce minta hal yg romantis tiap akhir pekan…
    bisa gila mikirin berbuat apa untuk weekend besok yah…

    Comment by aryopbp — April 30, 2007 @ 6:47 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan