Brapa Duit, Neng?
Tanah di mana sekarang Ibuk Bapak saya tinggal di Pulo Gebang dulunya dimiliki oleh keluarga bapak Angkut. Pak Angkut ini baik sekali. Keluarganya juga super baik. Keluarga besarnya juga.
Sesekali pak Angkut dan saya akan ketemu. Entah itu di jalan atau saya sengaja ke rumah beliau untuk minta daun sirih, atau beliau mampir rumah kami untuk sekedar menyapa. Maklum, rumah kami jaraknya cuma sekitar 200 meter saja.
Saya bayangkan, pasti kalau ketemu beliau yang asli Betawi itu, akan banyak pertanyaan tentang harga ini itu di Singapura.
‘Beras brapa duit, Neng?’ [Pak Angkut ini petani, dulu sawahnya tidak jauh dari rumahnya].
‘Ikan?’ [Pak Angkut suka mencari ikan sepat di kobak dekat rumahnya.]
“Pisang mahal, enggak?’ [Pak Angkut punya banyak pisang di kebunnya dan kadang menjualnya dengan bersepeda ke pasar Klender.]
Jeng Sili, jawaban pertanyaan tentang ongkos hidup di pulau ini serta pernak-perniknya saya sertakan di bawah ini saja, ya.
Mengenai pertanyaan hidup di Singapura enak atau tidak, yah tentunya kalau dekat dengan yang terntjintah akan terasa enak.
HDB [perumnas] atau kondo, itu tentunya terserah selera. Ada yang suka kolam renang, tentu tidak bisa tinggal di HDB kecuali dekat dengan kolam renang umum. Ada yang suka ketenangan, maka akan lebih cocok tinggal di kondo karena tidak akan ada tukang loak [masak mereka menyebut dirinya karang guni, ck…] yang mondar-mandir tiap pagi mencoba melongok ke dalam rumah dan bertanya apakah tivi saya itu dijual atau tidak. [Memang tampang tivi saya sudah tua dan mengenaskan, tapi itu banyak kenangannya. Oh.]
Sekarang ini harga sewa dan beli rumah sedang tinggi-tingginya karena bunga pinjaman dari bank juga cenderung naik terus dalam setahun terakhir. Sebagai gambaran, sewa apartemen HDB dengan 2 kamar tidur di daerah Toa Payoh sekarang ini adalah SGD 1100 - 1200. Bandingkan dengan harga pasaran 6 bulan lalu yang masih SGD 900 - 1000 saja. Bagaimana dengan sewa kondo yang berfasilitas kolam renang, sekuwos, tenis, dan spa?
Tapi tetap saja yang namanya rejeki memang selalu ada. Seorang kawan bisa menyewa HDB di Yishun 2 kamar tidur [di sini disebut 3 rooms] dengan SGD 700 saja per bulannya, mulai bulan lalu. Dan seorang kawan lain berhasil menutup transaksi pembelian HDB 3 kamar tidur plus 1 ruang belajar dengan SGD 190ribu saja baru-baru ini.
Saya juga jadi ingat bahwa selama tinggal di sini, 2 HDB yang saya tinggali saya dapat dari sahabat-sahabat saya. Tidak lewat agen, jadi menghemat 50% dari sewa satu bulan yang diminta sebagai ongkos jasa agen mencarikan rumah. Rumah pertama yang saya tinggali adalah berkat jasa Cece, Mulia Orientilize, yang waktu itu sedang belajar di NTU. Kami bersurat-suratan sebelum saya terbang ke sini.
Kebetulan Cece baru pindah ke rumah baru. Rumah lamanya belum ada penyewanya, jadi saya disarankan langsung bertemu pemiliknya. Segera setelah ngobrol [sekaligus interogasi
tentang status kependudukan/ pekerjaan] sekitar setengah jam di rumah pemiliknya, kak Idah, saya alhamdulillah bisa langsung masuk rumah tersebut. Ada uang jaminan sebesar 1 bulan sewa yang umum diminta oleh pemilik rumah.
HDB selanjutnya yang saya tinggali juga saya dapat dari sahabat lain. Kebetulan mereka pindah ke Jakarta, jadi pindah jugalah saya dari rumah di atas ke rumah Agung/ Fely.
Tapi tentu saja, akan jauh lebih praktis kalau mencari rumah lewat agen. Kesempatan mendapatkan rumah tanpa agen saya rasa tidak terlalu besar.
Biaya listrik dan air akan dibebankan ke penyewa rumah. Semakin besar rumah, biasanya biaya listrik dan airnya makin mahal. Rumah HDB punya subsidi listrik dan air. Sementara kondo tidak. Tapi jika pemilik HDB tersebut berstatus PR [Permanent Resident] atau warga negara tetapi sudah memiliki properti kedua, subsidinya akan dihapus.
HDB dengan 2 kamar tidur, bisa diharapkan rata-rata tagihan bulanan listrik dan airnya sekitar SGD 90-120 tergantung pemakaian, ada AC, water heater [oyeah, ini standar sekali di Singapura yang meskipun tidak jauh letaknya dari katulistiwa], dryer baju atau tidak.
Gas, bisa dibeli dalam tabung atau berlangganan lewat pipa, tergantung apakah sarananya tersedia di rumah tersebut atau tidak. Gas LPG dalam tabung 14 kg sekarang harganya sekitar SGD 27 - 29. Saya biasa menggantinya setelah sekitar 45 - 60 hari.
Pemasangan sambungan telpon baru biayanya bisa dilihat di link di atas. Biaya bulanan telpon rumah, hanya percakapannya saja, SGD 5 saja sudah bukan main lamanya ngobrol dengan tetangga seantero pulau. 3 bulan sekali ada tagihan biaya sambungan, atau fasilitas lain tergantung minat seperti caller ID, dll.
Biaya pemakaian telpon genggam tentunya lebih mahal. Paket berlangganan [pasca bayar] yang disediakan Singtel, biaya tetap bulanannya mulai dari SGD 9.90.
Internet dari Singnet lewat kabel telpon, untuk brotben 1500 kbps tanpa batas per bulannya adalah SGD 39.95. Sementara untuk 10 Mbps tanpa batas per bulannya adalah SGD 68.
Sekolah dasar yang dikelola pemerintah, biaya bulanannya jauh lebih rendah dibanding swasta. Saya rasa tidak sampai SGD 15 per bulannya. Tidak ada uang pangkal, tapi untuk yang bukan PR dan warga negara Singapura akan dikenakan biaya per 2 tahun sebesar SGD 1000.
Taman kanak-kanak biaya bulanannya sangat bervariasi. Sebagai gambaran, rata-rata biaya TK anak-anak kawan sepermainan saya di sini adalah SGD 100 - SGD 200. Ongkos antar jemput anak ke sekolah adalah tergantung jauh dekatnya tempat tinggal, untuk jarak sekitar 4 km dari sekolah biaya per bulannya SGD 60.
Dari warung di blok sebelah dan supermarket Fair Price:
— 5 kg beras SGD 6 - 10.
— 2 kg gula pasir SGD 3.60.
— 10 butir telur ayam SGD 1.50.
— 1 kg tepung dengan self raising SGD 2.50.
— 1 botol besar minyak goreng SGD 4.
— 1 botol sabun cuci baju cair SGD 5.
— 1 bungkus popok Huggies Dry Comfort XL isi 54 SGD 17.50.
— satu kaleng sarden SGD 1.10.
— 1 ikat kangkung SGD 0.50.
— 12 ekor selar SGD 2.
— 3 gelondong singkong SGD 1.50.
— 1 ekor ayam halal besar [pagi hari di Fair Price] SGD 4.50.
Periksa dan obat flu biasa, SGD 24 di praktek dokter umum sekitar HDB.

kalau dipikir2 harga barang di NTUC FairPrice di SG dan Hero di JKT gak jauh beda ya…
Comment by Masindi — October 17, 2006 @ 12:10 am
Raihan suka antar jemput dg becak, situ ada gak ya..?
Comment by topan — October 17, 2006 @ 12:58 am
emang jeng sili mau pindah ke SGP gitu? :p, katanya mau ke toronto.
Comment by si kiky — October 17, 2006 @ 1:12 am
Taxi Han…taxi…jangan lupa, makin hari makin mahal.
Comment by Wiwie — October 17, 2006 @ 1:57 am
ada hal lain yg penting, mungkin lupa dihitung..
- ongkos bis/sepur/taxi ~ SGD 100 per month
- ongkos pulang kampung ~ SGD $ > 200 tergantung tujuan.
(bandingkan dengan Rp 370 rb, pakai Taksaka sudah bisa PP)
Yg lain lagi (yg tidak begitu penting):
- potong rambut, mbuh piro
- lisensi TV, SGD 110 setahun sekali
- ngeplongin surat, mbuh piro
Comment by TiyangTebih — October 17, 2006 @ 2:19 am
Hebat jeng Han infonya….omong2 jadinya sahur bikin ayam goreng ma tumis kangkung yaa..:D
Comment by luki — October 17, 2006 @ 5:19 am
ongkos gaul berapa,nyah?
Comment by ellen — October 17, 2006 @ 5:31 am
kalo pete brapa duit,mpok??masa ndak ada??waaah… ndak seruw doong
. *Bangga banget karna di sini ada dooong hihihi….;;)*.
Comment by nikeyudi — October 17, 2006 @ 6:33 am
kok ngga ada ongkos nyate???
Comment by cika — October 17, 2006 @ 7:19 am
Wah, harga beras 5 kg sama lho jeng Han… disini juga sekitar segitulah..
Comment by Wati — October 17, 2006 @ 12:27 pm
Hmmm… Anu mba.. sama seperti yang d bilang jeng wiwie.. ongkos bus sama kereta.. alias transportasi
hihihi.
Comment by tyty — October 17, 2006 @ 3:46 pm
Harga2nya mirip sama kaya di Toronto Mba! Tapi tuk telpon disini $25/month (unlimited local calls) dan HP sekitar 15-35/month tergantung plannya. Ah emang dimana-mana udah mahal sekarang….saya sampe gak mo bandingin sama harga di Indo!
Comment by Frida — October 17, 2006 @ 3:47 pm
saya di marine parade 700an mba
Comment by mamahoney — October 18, 2006 @ 3:19 am
eh..di marine parade 700-an?? sewa apt? kok murah banget?
eh jeh hanny, salam kenal ya. Kita tinggal di south.
Comment by mamaarya — October 18, 2006 @ 3:43 am
ya ampun hany….makasih lho. jadi ngga enak. informasinya lengkap sekali. tengkyu banget…!
kira2 ada gambaran deh, kalau seandainya tiba2 tertarik untuk menerima tawaran kerja disana. setidak2nya tau & bisa prepare, masih lbh murah dr disini. kecuali beli HDB, di dallas harga segitu bisa dapet rumah dipinggir kota (tp biaya bensin berlipat2 jadinya…sami mawon ya?).
kl buat makanan kayaknya masih ok, hm…gimana kalo buat seorang shopaholic?…kekekek. masih reasonable gak harganya? *nglunjak nih*
ok hany, semoga kita bisa kopdaran someday. mungkin kl pas sama2 mudik ke indo.
Comment by sili — October 18, 2006 @ 5:17 pm
eh income tax-nya berapaan? Asuransi kesehatan?
Comment by tata — November 10, 2006 @ 10:25 am
wah kapan2 kalo kita moving to singapore bisa bantu ya cariin HDB nya..!
Comment by Lusy Mardiani,S.Pd — June 16, 2007 @ 4:09 pm
wah harga ayam gak mahal kok di sini juga segitu kok mbak tapi harga rumah berapa ya
Comment by widra — August 7, 2007 @ 5:11 pm