Adegan Panas
Kemarin sore saya lewat pengkolan dekat rumah itu, disambut dengan asap hitam membubung tinggi. Ada apa gerangan? Biasanya asap hitam ini asalnya dari tong bakaran saji uang-uangan. Tapi yang ini asapnya luar biasa banyak dan asalnya bukan dari tempat-tempat biasa.
Setelah didekati, apinya ternyata oh besar sekali. Sumbernya adalah sebuah tong juga. Cuma tongnya besar sekali. Bentuknya segi empat. Itu adalah tong sampah yang biasa diangkut di belakang truk sampah yang bisa dinaikturunkan dengan lengan hidrolik.
Isi tong besar itu kasur-kasur bekas, lemari-lemari, pintu kayu bekas. Tong itu penuh terisi dan dengan melihat apinya saja, bisa dipastikan beberapa saat lagi seluruh isinya akan habis terbakar.
Tong itu terletak di dekat TPS, tempat pengumpulan sampah sementara. Ada seorang pegawai bersih lingkungan sini yang sedang menyiram tong itu dengan air dari selang yang biasa dipakai untuk mencuci mobil. Walah, nyaris tidak ada gunanya melawan api sebesar itu. Tapi yang jelas, hal seperti ini pasti tidak akan dibiarkan berlangsung terus. Pasti sebentar lagi ada tindakan.
Hanya beberapa menit setelah saya sampai di lantai tigabelas, terdengar suara sirene meraung. Saya liat di jalan utama ada mobil kecil pemadam kebakaran. Lho, mana mobil besarnya yang biasa membuat mata anak-anak kecil membesar takjub itu?
Benar saja, mobil kecil itu masuk ke tempat kejadian perkara. Senapan busa langsung beraksi. Tanpa daya melawan api sebesar itu, tentu saja. Salah satu petugas dari 4, langsung berlari kecil ke arah rumah saya. Oh, rupanya beliau mencari titik hidran. Di situ ada! Langsung saja, selang ditarik ke titik hidran itu. Hidran dipukul-pukul dan dibuka dengan kunci pas besar.
15 menit kemudian, selang sudah terpasang ke hidran dan tampak menggelembung tanda terisi air. Nozelnya ada 2 rupanya. Maka seketikalah mereka menyemprot.
Sekitar 10 menit kemudian 2 polisi berbaju biru tua datang. Mereka langsung sibuk menghalau anak-anak yang bersemangat sekali menyaksikan kejadian langka yang mungkin belum pernah terjadi seumur hidup mereka. Dan ini berlangsung di depan mata! Bayangkan, pasti mereka sangat tegang dan bersemangat menyiapkan cerita untuk diperagakan di depan teman sekelas Senin besok.
Asap sekarang memutih tanda uap air mulai mendominasi. Petuga menyemprot dari segala posisi yang memungkinkan. Lama-lama asapnya mengecil dan makin mengecil. Petugas pemadam mulai memegang pinggiran tong dan memasang tangga.
Seorang perempuan berbaju hitam tanpa lengan dan bertas merah tampak membidikkan kamera SLR-nya ke arah kebakaran.
Tak lama semua petugas pemadam masuk ke dalam tong. Menyerok dan menyemprot. Api mati. Polisi sibuk mengeluarkan buku catatan. Wawancara dengan para pegawai pengurus sampah. Kemungkinan besar mencari tau kira-kira apa penyebab kebakaran. Wawancara dengan para petugas pemadam.
1 jam saja. Beberapa meterkubik air. 4 orang petugas pemadam. Selesai. Tong sampah kehilangan cat hijaunya. Orang-orang kembali ke urusan masing-masing.

“Seorang perempuan berbaju hitam tanpa lengan dan bertas merah tampak membidikkan kamera SLR-nya ke arah kebakaran”
Ini bukan dikau kan Bu? hihihi…
asyik euy sekarang lagi doyan Youtube
Comment by inong — August 20, 2006 @ 3:06 am
Posting dari Mbak Han jam 12:53am, hampir jam satu malam. Komentar pertama dari Teh Inong jam 3 pagi. Ck ck ck… ternyata ibu2 Indonesia di Singapura suka “ngalong” juga ya…
Comment by IndraPr — August 20, 2006 @ 7:10 am
Hahahaha..
kirain adegan panas yg itu tuh, ternyata panas beneran..maenan sama api..
udah gitu sempet2nya si mbak ini mengabadikan..hebadd deh..ntar dikadoin segerobak OCK buat mbak..
Comment by gege — August 20, 2006 @ 7:58 am
titik hidran dimana2. asik yah, gak perlu dateng mobil gede yang isi nya air semua.
Comment by mak nya rifa — August 20, 2006 @ 5:49 pm
aseli banget,t o p laporan pandangan mata,masuk breaking news nih….hehhehe,karena aku juga warga tp
Comment by bude rita — August 21, 2006 @ 2:53 am
tak kiro panas ngono kae …
Comment by bahtiar — August 31, 2006 @ 4:59 am
ooh kabakaran kirain opoo!!
garing thahu hu hu hu
Comment by monyet — April 10, 2007 @ 5:25 am
Ku kira td kisah SEX he he sorry pikiran aq slalu cabul..
Comment by H.Iwan TM — March 5, 2008 @ 1:28 am