matahari dan bintang

July 20, 2006

Jurus Jitu Menghindari Penguntit

Filed under: Hidup di Singapura

Mohon baca yang ini dan salin nomer penting yang sewaktu-waktu bisa dipakai dalam keadaan mendesak.

Saya terpaksa harus menulis tentang hal ini secara terbuka. Kemarin saya ngobrol dengan seorang teman. Sekali lagi masalah ini muncul. Teman saya dikuntit laki-laki berwajah -maaf sekali harus menyebutnya- Bangladesh/ Pakistan/ India. Harap diingat bahwa kasus ini bisa menimpa siapa saja, dan pelaku penguntitan bisa berasal dari etnis mana saja.

Teman saya ini perempuan Indonesia dengan satu anak, tentu saja bersuami, tinggal di lantai 2 sebuah HDB. Sebut saja nama teman saya ini Helen.

Helen pergi ke playground dekat rumah bersama ananda. Di sana dia melihat seorang laki-laki yang melihat ke arah dirinya dengan pandangan yang membuatnya tidak nyaman. Pandangan yang tidak jelas apa maunya, tidak sopan, dan menyeramkan, begitu tepatnya. Bukan cuma memandang tapi ternyata laki-laki ini juga mengikuti Helen sampai lift. DAN laki-laki itu terus saja menguntit sampai akhirnya dia melihat Helen masuk rumah.

Apa maksud laki-laki itu? Nggak ada yang tau, cuma Tuhan dan dia saja yang mengerti. Yang jelas malam harinya terlihat laki-laki itu memandangi jendela tempat tinggal Helen, lama sekali. Helen ketakutan. Beruntung suaminya sudah di rumah. Sang suami berteriak ke arah penguntit itu: ‘WHAT DO YOU WANT??!!’ Si penguntit lari terbirit-birit dan menghilang.

Beberapa hal yang bisa saya katakan bila salah satu anggota keluarga atau anda sendiri mengalami masalah penguntitan adalah:

bila anda seorang perempuan apalagi sudah punya anak, maka mau tidak mau anda harus BERANI. Tanpa keberanian maka hidup anda akan sengsara karena anak anda tidak akan makan kalau anda tidak keluar rumah. Anak-anak anda sangat tergantung pada anda. Jadi, atasi segera rasa takut itu. Berdoa mohon pertolongan pada Allah, semoga dijauhkan dari kejahatan.

Tetap pertahankan rutinitas keluar rumah anda. Jangan biarkan si penguntit tau bahwa dia berhasil merusak irama hidup anda setelah peristiwa itu.

Beritau orang-orang terdekat anda tentang peristiwa ini. Suami berhak dan wajib tau tampang si penguntit. Kalau kebetulan suami melihat si penguntit segera ancam dia dengan kata-kata sakti: ‘I’ll call POLICE!!!’

Kenali tetangga anda dan paling tidak sapa mereka setiap kali bertemu. Tetangga adalah harta yang tak ternilai harganya. Mereka bisa sewaktu-waktu anda butuhkan bantuannya dalam keadaan mendesak. Si penguntit juga akan berkurang keberaniannya bila melihat anda kenal dan dikenal banyak orang di lingkungan anda.

Anda masih tetap takut keluar rumah setelah peristiwa itu? Atur supaya anda bisa keluar rumah bersama suami. Atau hubungi teman anda untuk menjemput dan mengantar kembali ke rumah. Pokoknya anda HARUS keluar rumah.

Jangan mempertimbangkan pilihan untuk kembali ke Indonesia dan meninggalkan suami anda sendiri di sini. What’s the point of getting married, then. Hal ini memang sulit tapi anda BISA mengatasinya. Paling-paling anda bisa pindah rumah ke kondo dengan fasilitas satpam, misalnya. Tapi tentu saja ini perlu kucuran dana segar dalam jumlah banyak.

Persiapkan diri anda dengan nomer telpon polisi. Bila anda terpaksa melakukannya, segera lapor polisi. Kalau anda tidak yakin dengan kemampuan bahasa Inggris anda, jangan kuatir. Polisi Singapura kebanyakan mengerti bahasa Melayu.

Yah, saya juga harus menceritakan yang berikut ini. Peserta kursus bahasa Inggris di kelas saya banyak yang pacaran dengan pekerja dari Bangladesh. Bagaimana para mbak pekerja rumahan itu tidak klepek-klepek, pacar-pacar mereka memang tidak kalah ganteng sama Shahrukhan! Dan suka atau tidak, gambaran bahwa pekerja perempuan Indonesia gampang dipacari sama pekerja Bangladesh sudah melekat erat.

Jadi, sayangnya, banyak perempuan berwajah Indonesia menderita mendapat perlakuan tidak menyenangkan seperti Helen. Satu-satunya cara untuk menghindari mereka adalah menyatakan dengan berbagai cara, halus atau tegas, bahwa kita TIDAK MAU berurusan dengan mereka.

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bintangmatahari.blogsome.com/2006/07/20/jurus-jitu-menghindari-penguntit/trackback/

  1. yah…tetangga gw hopeless banget han! meuni sombong, ketemu mata ama gw boro2 senyum(terutama sang istri)
    btw han, no.telp polisi berape siy?? japri yak :-P

    Comment by pisti — July 20, 2006 @ 11:23 pm

  2. ya, ya.. saya mesti beli emas sekarung tampaknya..

    Comment by inong — July 21, 2006 @ 1:18 am

  3. Nomor telepon emergency polisi di Singapura: 999.

    Ada kemungkinan penguntit itu mengira teman Mbak Hany itu adalah PRT, bukan nyonya rumah disitu. Mudah-mudahan setelah menyadari kalau beliau adalah nyonya rumah, si penguntit tidak akan mengganggu beliau lagi.

    Saya juga baca di koran dimana seorang PRT di daerah Upper Bukit Timah diganggu (pelecehan seksual) oleh seorang pekerja Bangladesh di jembatan penyeberangan depan Rail Mall. Orang Bangladesh itu sekarang sudah dipenjara.

    Setuju dan juga ikut prihatin dengan fakta dimana banyak para PRT Indonesia di Singapura demikian mudahnya jatuh ke pelukan para pekerja Bangladesh. Dan parahnya, kebanyakan para PRT itu sudah punya suami yang ditinggalkan di Indonesia. Kelihatannya memang masalah kecil, tapi suatu saat saya bisa melihat ini akan menjadi masalah besar.

    It might be time for the Indonesian embassy in Singapore to start looking into this matter, although I’m not too sure what they can do to handle this issue.

    Comment by IndraPr — July 21, 2006 @ 2:45 am

  4. Eh di orchard area, para penguntit berkeliaran lho. saya sudah 5x dikuntit, 4x di orchard dan 1x di HDB sembawang. 3 dari mereka kayaknya Bangladesh atau India kali, 1 Malay dan 1 Caucasian. Yang si Bangladesh atau India saya sambil teriak ” I call a Police” saya tunjukkan HP saya mau ambil gambarnya, orang itu lari dan saya mengejar….wah mirip di Filem aja. Si Malay hampir ketangkap, soalnya saya bawa jalan menuju police station tapi tiba-tiba menghilang, si Caucasian saya bawa menuju Satpam di tempat saya, juga menghilang. 2 minggu kemudian saya dengar si Caucasian ketangkap, mungking ada yang melapor.

    Tip yang jitu sih, dekati dan langsung bilang,”you follow me, I call police”, jangan segan segan menghubungi ”999” kalau punya HP ada camera, ambil gambarnya buat referensi waktu melapor ke polisi.

    Masih ingat kan, dua pramugari Indonesia di perkosa di sebuat Hotel di Orchard Singapore.

    Comment by Vera — July 22, 2006 @ 2:27 pm

  5. duh..duh.. harus tambah berhati2 nih :(

    Comment by mak nya rifa — July 23, 2006 @ 2:29 am

  6. Wah, aku juga pernah dikuntit gitu, di Fair Price Clementi Central. Kaya’nya dia ngira ku aku maid Indo.

    Comment by irma — July 23, 2006 @ 8:27 am

  7. jangan pernah menantang orang tsb bila sendirian. usahakan cari orang yang dapat anda percaya dana pura-puralah anda kenal dgn orang tsb, seolah-olah anda sedang mengobrol dengan teman anda. Teman saya(wanita) pernah mengalami hal yang agak mirip. Gara2 dia marah dan menantang orang yang geliat dgn kurang sopan di sebuah mass transport, dia mengalami pelecehan seksual yang membuat dia shock dan trauma sampai saat ini.

    Comment by shinobi — August 2, 2006 @ 6:46 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan