Bintan Bukan Cuma Lagoi -1-
Tulisan ini untuk memperingati sejarah yang sedang dilakoni kawan saya Mela, sekeluarga. Kemarin entah dihembus angin apa, mendadak Mela menelpon saya mengabarkan keinginannya untuk bertualang ke Bintan [lagi]. Kemungkinan besar libur Waisak pada hari Jumat sekaligus bersambung ke libur akhir pekan Sabtu Minggu-lah yang membuat bang Ambar menitahkan untuk segera berburu gambar pantai.
Maka seperti biasa, saya pun ikuta cawe-cawe sumbang info. Saya bilang: Sudahlah jeng Mel, anda toh sudah pernah liburan di resot-resot Bintan. Kali ini coba rasakanlah gairahnya jalan-jalan dengan tema pas-pasan dan nginep di sembarang tempat. Apalagi dirimu ini berangkat pada saat terakhir, langkalah kiranya kamar yang masih kosong di resot inceranmu.
Sampai beberapa menit setelah telpon yang pertama, Mela belum menyerah juga. Masih berusaha mencari tempat di rupa-rupa resot. Sedikit ngeyel saya juga tambahkan saran untuk coba-coba jalan ke Tanjung Batu di pulau Kundur, sebelah barat pulau Batam. Tapi tentu saja saran saya itu langsung mentah begitu saya jelaskan bahwa hotel tertinggi di Kundur adalah sebuah bangunan berlantai 5, dan itu cuma satu-satunya hotel di sana.
Patut saya jelaskan bahwa saya belum pernah ke pulau Kundur. Jalan-jalan ke sana adalah impian saya yang tertunda. Demikian juga jalan ke pulau Singkep.
Lalu, saya racuni lagi Mela untuk sebuah perjalanan yang bakal tak terlupakan seumur hidup. Keliling pulau Bintan serta menyeberang ke pulau Penyengat. Seingat saya, saya sudah ribuan kali [hiperbolisme] menyemangati beliau untuk melihat pulau Penyengat. Buat apa tinggal di pulau kecil ini kalau tidak kenal pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Begitulah argumen saya. Yah, walaupun halangan utama sering menyeberang ke Indonesia adalah jatah bebas fiskal yang cuma 4 kali setahun. Tentu saja, kecuali anda bersedia membayar fiskal setelah jatah yang 4 kali itu habis, atau paspor anda adalah keluaran beberapa kantor imigrasi khusus yang memungkinkan anda melenggang ke Singapura tanpa fiskal.
Kembali ke Bintan. Biasanya kalau mendengar kata Bintan, rata-rata yang langsung muncul ke permukaan adalah: resot atau tempat-tempat peristirahatan dengan pantai pasir putih nan menawan. PADAHAL, resot-resot itu cuma terletak di salah satu titik di pulau Bintan, yaitu LAGOI.
Sampai sekitar 10 tahunan lalu, saya juga masih belum bisa menarik hubungan antara Tanjung Pinang dan pulau Bintan. Rupa-rupanya Tanjung Pinang ini adalah kota paling ramai di Bintan! Betapa gemesnya saya. Mengingat sekitar 14 tahun yang lalu saya sudah pernah ‘nyasar’ sampai Kijang, pelabuhan sebelah selatan Bintan, lalu melanjutkan perjalanan ke Tanjung Pinang dengan bis kecil. Untuk kemudian menyeberang ke Batam.
Konon pada jaman itu, Tanjung Pinang masih lebih ramai dari Batam. Waktu saya sampai di Batam, kantor otorita yang sekarang menjulang megah itu masih berupa lantai beton telanjang tanpa dinding dengan tulangan balok/ kolom mencuat di sana-sini. Saya ingat sang Pimpro proyek gedung Otorita Batam menjamu kami di salah satu lantai yang baru selesai kering dicor, dengan beberapa kaleng minuman ringan.
Tidak heran kalau jalur kapal besar antar pulau belasan taun lalu harus mampir dulu di Bintan sebelum kita bisa menyeberang ke Batam. Pelabuhan penumpang di Batam kelihatannya belum siap untuk menerima sandar kapal kelas ribuan ton. Ironis. Soalnya saya sempat juga jalan-jalan ke jetty yang baru saja selesai gres dibangun khusus untuk menampung kapal pengangkut muatan curah CPO alias minyak kelapa sawit. Tapi kemungkinan lainnya adalah karena waktu itu jumlah penduduk Batam masih sangat dibatasi, sehingga tentunya permintaan akan adanya angkutan laut massal belumlah setinggi sekarang.
Waktu itu di pelabuhan Kijang Bintan, dengan takjub saya memandang fender yang cuma berupa ban bekas diikat di pinggir dermaga. Bayangkan hantaman yang diderita dermaga ketika sebuah kapal Lawit bersandar. Tentunya ban-ban bekas itu harus sering diganti kalau ingin dermaganya awet selamat. Saya jadi penasaran, seperti apa wajah pelabuhan Kijang sekarang. Mudah-mudahan sudah jauh lebih baik dari 14 taun lalu.
Jaman sekarang ini, cara pergi ke Bintan pilihannya lumayan banyak. Tentu saja semuanya lewat laut. Kecuali, anda bisa menyewa helikopter. Adik saya Ari, sudah beberapa kali ke Bintan. Hal yang selalu dilakukannya sebelum mengunjungi saya. Membikin iri saja kamu, dek.
Jalur yang Ari dan saya gunakan kalau pergi ke Bintan, sama: Batam dulu baru Bintan. Dari bandar udara Hang Nadim atau pelabuhan penyeberangan Batam Centre, naik taksi ke pelabuhan Telaga Punggur. Saya tidak pasti, tapi mungkin sekarang ongkosnya sekitar 30 sampai 40ribu rupiah. Lalu sampai di Punggur tanyakan feri jurusan Tanjung Pinang. Ada 2 jurusan ke Bintan yang dilayani pelabuhan ini, Tanjung Pinang dan Tanjung Uban. Kapal-kapal yang ke Tanjung Uban ukurannya jauh kecil. Kalau anda pencinta ombak, cocok sekali memilih untuk ke Uban dulu baru ke Pinang.
MV Sentosa adalah kapal besar kapasitas sekitar seratusan orang yang paling top jurusan Tanjung Pinang. Ongkosnya sekitar 30ribu rupiah sekali jalan per orang dewasa. Waktu tempuh perjalanan Punggur - Pinang adalah paling cepat 50 menit.

Kapan Mbak Hany mau organisir acara ke Bintan dan Pulau Penyengat rame2?
Comment by IndraPr — May 13, 2006 @ 9:41 am
aduh si hany ini…membuat i bernostalgia ! dulu tahun 1972, tanah di batam ditawarin gratis. gak ada yg mau. now nyesel.
aku ingat saat pembangunan lagoy, i masih SMP. hampir 19 th lalu,para kontraktornya nyewa rumah disebalh rumahku. dia serita, ada pantai bagus, sekitar 50 km dari sini.
aku belom pernha ke kundur. pernahnya ke tg balai doank.
Comment by Dian — May 13, 2006 @ 4:42 pm
Bintan memang bukan cuma Lagoi…tapi ke Lagoi lagi juga tidak harus selalu menginap di resorts yang ada di Lagoi. Di Lagoi, juga ada Bintan Lodge Apartment concept yang cukup lah buat ber - 4 ato ber - 5. Tempat ini, ga banyak orang yang tau..tapi sangat membantu kalau emang keukeuh pengen ke Lagoi lagi, apalagi kalau budget ngepas!
Comment by Meity — May 14, 2006 @ 3:44 am
Haniiii….duh pengen nangis bacanya..jadi masa kecil..aku lahir di singkep…smp di tg balai, kadang ikut bapak visit ke kundur secara itu adalah penambangan timah…hiks hiks kangeeenn banget jadi pengen kesana lagi..aku ke tg pinang waktu ikut lomba tingkat pramuka duluuuuu banget…jadi pengen gigit kamu deh…ceritamu bikin kangeeeeen …thanks ya han..seenggaknya aku jadi bisa liat poto2nya…dan semakin membulatkan tekat untuk suatu saat kopdar sama kamu, insya allah .
Comment by Eny — May 16, 2006 @ 2:53 am
weEEE,,, klo d inget Logoi tuh Kren bgt N bersih Gto,,,jd Pngen K stu Lg DE.. y Q hRpn Lagoi d jaga DNgan BaE,,
Comment by tytaZ — October 31, 2006 @ 1:06 pm
wah.. jd inget kampung halaman ni. sesekali coba jelajah pulau2 di bintan yg masi perawan (masi alami yg belum dipercantik tangan manusia). banyak lho pulau pulau tak berpenghuni yg cantik di bintan. Contohnya trikora,pulau padi, belakang cd, galangbatang dll. banyak sih orang yg belum tau, kecuali penduduk di sekitar pulau. tapi jgn perna berharap akan kenyamanan seperti resort karena kita akan berada di pulau kosong. met berpetualang
Comment by cici — March 17, 2007 @ 5:07 am
WAH SEKARANG BINTAN UDAH MAJU pesat banget
tau ga di lagoi aja uda banyak menjamurtempat shoopping,handy craft,tempat makan dengan harga yang bersaing udah ga nyekek kantong lagi dng kurs sin dollarnya (jaman dulu) lagian skrg kalo ke lagoi lebih gampang lagi lets say dari jakarta, begitu nyampe di batam langsung ke telaga punggur trus tinggal nyebrang ke lagoi naik ferry yang kapasitasnya sekitar 50 seater en tu ferry nyaman banget full ac ( kalo ombak ga lagi tinggi) trus sekarang di lagoi mlah bisa dugem segala .tinggal pilih mo discotique or club pantai yang oke biasanya seh week end rame banget ,tamu dan pengunjung bisa bergabung dengan staff yang kerja disana wah banyak banget yg menarik di bintan kalo mo tau detailnya silakan email ke meimon_hendri@yahoo.com
Comment by memon — March 28, 2007 @ 3:19 am
saye anak dabosingkep sekarang kerje di semarang dah 5 tahun disemarang jd ndak tau bagaimane situasi dan keadaan dabok sekarang lewat forum ini saye berharap bs tau tentang dabosingkep sekarang dan yang lebih penteng bise ketemu same kawan2 lame jike ade yang Alumni SMU NEGERI 1 dabosingkep lulus tahun 2000 tolong hub saye di : 085225825336 atau di e-mail : m_03_ry@yahoo.co.id atau di friendster : moery_rembol@yahoo.co.id
terime kasih… “TAK MELAYU HILANG DITELAN BUMI”
Comment by Muri Harja — April 24, 2007 @ 12:20 am
Eh, akhirnya ketemu juga blogger anak Bintan! Hahaha…. eh cici, anda lupa sebutin Pulau Bayan nich… di atasnya ada hotel tapi penghuninya HANTU! Heee…
Comment by warga-bintan — June 12, 2007 @ 8:18 pm
wah pengalaman yang ngak terlupakan selama aku di bintan,,benar 2 indah dan yang lebih indah,gw menemukan pendamping hidup gw sekarang ini di sana
Comment by ridwan — June 22, 2007 @ 3:01 pm
Bintan!!!!!!!!!!!!!!!
Jadi kangen, pengen pulang………..
Gimana kabar Ortu q di sana ya…….. Berawal dari memulai karir q di lagoi sekarang aq overseas menjelajahi negri-negri luar dari UAA ampe US aq kunjungi’ tapi yang sangat terkesan tetap kenangan di Bintan. bak pepatah “takkan Melayu hilang di bumi - Takkan Bintan lenyap di hati” Bak lagu Ebit G-ade “aku ingin pulang”………..
Comment by wiwi — July 9, 2007 @ 1:23 pm
pulau bayan adu ingat waktu SD suka mancing disana takut naik kepulau takut ama penghuninya hehhehehee
Comment by JEMMY — September 3, 2007 @ 6:44 pm
memang banyak objek pariwisata yg bisa dijual di kepulauan riau, tapi sayangnya tak banyak pihak yang bermeninat untuk berinvestasi karena terlalu banyak pihak yang mau makan, jadi si pengusahalah yang mati, contohnya di pulau kundur khususnya kota tanjung batu kundur.
Comment by suwito — December 25, 2007 @ 8:07 pm
emang sekarang lagoi berkembang pesat, bahkan dari jakarta sekarang sudah tersedia pesawat langsung jakarta - kijang ( tanjung pinang) dari bandara kijang hanya 25 menit by car kita udah sampai di lagoi, Banyak tiket pesawat tersedia di Travel agent, diantaranya dapat dibeli di Arema Bintan Tour& Travel yang terletak di JL. Permaisuru No.10 Tanjung Uban Bintan Island,so…. buruan maen2 kebintan lagi…..
Comment by iwn — April 1, 2008 @ 2:15 pm
emang lagoi sekarang berkembang pesat, bahkan dari Jakarta udah tersedia penerbangan langsung Via kijang ( Tanjung Pinang )so… kurang lebih 25 menit by car udah sampai lagoi,nggak perlu kebatam & nyebrang pakai speed boat lagi,oh ya tiket pesawat dapat anda dapatkan di travel 2 agent di bintan,diantaranya AREMA BINTAN TOUR & TRAVEL yang beralamat di Jl. Permaisuri No.10 Tanjung Uban Bintan Island, jadi….buruan deh main2 lagi kebintan
Comment by iwn — April 1, 2008 @ 2:42 pm
aku kangen ama pulau bintan ………..
skrang aku tggal jauh di sberang sana tapi klu aku kangen ama bintan aku liat web aja…..ah…mudah2an aku bisa ksana lagi ngumpul ama sohib2ku yang gokil n caem2……
Comment by nanda — May 4, 2008 @ 11:01 pm
wah..pas banget ketemu sama blog ini, rencananya akhir bulan ini saya mau trip jakarta-bintan. seneng banget nih kalo ada yang mau ngasih info segala sesuatu ttg bintan. saya bisa dihubungi di ym: anakayamwarnawarni atau msn: adeshiro@live.com…
Comment by Adeshiro — June 9, 2008 @ 7:03 pm