matahari dan bintang

July 26, 2005

Chinatown: Melacak Jejak Ayam Jago

Filed under: Jelajah Singapura

Suatu siang saya terdampar di Chinatown. Lha, ini memang aneh karena seluruh pulau keliatannya patut dinamai Chinatown kecuali Little India dan Kampung Melayu. Kampung Jawa tidak termasuk, karena di sana yang paling terkenal cuma Kandang Kerbau. Tapi mungkin ini ada hubungannya dengan romantisme masa lalu.

Jadi, saya nongkrong di anak tangga sebuah toko besar bernama Da You. Lalu saya melihat ke seberang dan tampaklah Hotel Soho ini. Hotelnya ada di atas sebuah tempat makan. Ada 2 orang asik makan di emperan. Ya sudah saya jepret saja.

Kalau toko oranye itu, yang serupa dengan itu [jualan pernak-pernik printhilan dengan guna yang nggak banyak] bertaburan di seantero Chinatown.

Pemandangan sebelah kiri itulah yang menyambut saya sekeluarnya dari stasiun sepur Chinatown. Nama jalannya Pagoda Street di mana berjejalan segala macam toko oleh-oleh, butik, barang antik, spa, restoran, karaoke, dan lainnya.

Nah, yang sebelah kanannya itu bukan teman bukan sodara, tapi keliatannya mereka menikmati sekali jalan-jalannya sampai bergantian berfoto di titik ini.

Yang kiri ini adalah gambar paling saya sukai dari seri petualangan Chinatown. Saya senang sekali njepret jendela belakang toko, rumah, apa saja yang berjendela belakang. Kesannya penuh misteri. Juga bisa menguak hal-hal yang tidak terlihat dari bagian depan. Apalagi rupanya belakang warung ini juga ditaruh kursi-kursi makan. Itu ada piring bekas makan. Masih ada sisa makanannya sedikit, ditemani gelas kosong, dan [nggak diragukan lagi] botol bir kosong. Wah, ini pemandangan yang biasa sekali di pusat jajanan. Makan pagi siang malam ditemani botol bir.

Gambar sebelah kanan berwarna nge-jreng sekali. Entah sengaja atau tidak, merah memang mewakili sekali karakter Chinatown. Detour-nya mengingatkan saya pada Amazing Race.

Lonceng-lonceng kecil favorit turis. Sementara di sebelahnya adalah meja tempat beroperasi peramal. Dia akan menanyakan nama pelanggan. Lalu dia mencoba mengerahkan segala daya upaya untuk menerjemahkan nama tersebut ke dalam gambaran keberuntungan pemilik nama. Benar tidaknya, yaah… terserah pemirsa. Hehehe…

Ada juga atap darurat di negara serba teratur ini. Liat orang nongkrong di bawahnya, hmm… asik sekali. Itu juga ditengarai pasti sebuah meja operasi cenayang. Nomer buntut. Ada Simbah bersepeda dengan baskom merah. Simbah itu lewat dengan cepat di sebelah saya sebelum kena jepret buntutnya.

Gambar sebelah kanan itu loh! Wuaaah… menarik sekali. Saya terlalu terbiasa melihat kotak-kotak surat serba teratur yang seragam warna, bentuk, maupun ukurannya. Sehingga begitu melihat 5 kotak surat ini langsung gemesssss deh! Kuno, langka, dan cantik.

Setelah puluhan jepretan, 1 setelan baju a la kelasi kapal, 1 rok batik, dan beberapa mangkok usailah perjalanan kali ini. Sahabat saya memandangi untuk terakhir kalinya gerbang stasiun Chinatown di pintu keluar A [Pagoda Street].

Sebentar lagi kami akan masuk ke lubang stasiun itu. Naik kereta jalur NE [North East Line] pulang ke rumah masing-masing dengan membawa sejutamilyar kenangan tentang Chinatown. Dan tentu saja beberapa kresek isi belanjaan, hehhehe… Kapan2 harus kembali ke sini untuk merambah sisi lain dari Chinatown.

Oh, saya lupa menjelaskan sesuatu. Kenapa judulnya melacak jejak ayam jago? Karena tujuan kami sebenarnya adalah mencari alat makan bergambar ayam jago. Susah memang kalau hidup di negeri orang tapi masih terkenang sama mangkok Abang bakso yang suka lewat di depan rumah sambil dengan sendoknya memukuli mangkok gambar ayam jago. Ting, ting, ting…

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bintangmatahari.blogsome.com/2005/07/26/chinatown-melacak-jejak-ayam-jago/trackback/

  1. Hah? Kandang Kerbau? Ceritain dooonggg…

    *Lho ternyata ane punya piring makan guede di tengahnya bergambar ayam jago… ^^*

    Comment by shalihat — July 27, 2005 @ 10:43 am

  2. sayang ngga minta nomer togel

    Comment by ambar — July 28, 2005 @ 12:03 am

  3. Dapat nggak Han, “ayam jago”nya, pernah lihat, tapi tahun lalu. Jadi pengen juga ke China town beli kukusan yg dari bamboe itu lho, yg buat dim sum

    Comment by eChie — July 29, 2005 @ 1:15 am

  4. “Bagus juga ya photo 2 kamu …sekali-sekali kamu boleh datang ke Sibolga buat ambil photo kota Sibolga,pemandangannya bagus loh..

    Comment by muhammad thoib — September 4, 2008 @ 3:31 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan